Program Studi TPHP UNESA Gelar Review Kurikulum Bersama Stakeholder: Perkuat Relevansi dan Daya Saing Lulusan

Surabaya, 17 Mei 2025 – Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Review Kurikulum bersama para stakeholder sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyempurnakan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan industri serta kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keteknikan dan Pertanian (FKP) UNESA, Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc., serta sambutan dari Wakil Dekan I FKP, Prof. Dr. Isnawati, M.Si. Dalam sambutannya, kedua pimpinan fakultas menekankan pentingnya keterlibatan stakeholder dalam merancang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan menyesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta pedoman dari PATPI.
Acara yang dikoordinasi oleh Koorprodi S1 TPHP ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, di antaranya:
Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc. (Akademisi – Universitas Gadjah Mada)
Prof. Fadjar Kurnia Hartati (PATPI Surabaya – Universitas Dr. Soetomo)
Evita Riviani Achmadi, S.TP., M.Sc. (Wirausaha & Konsultan Pangan, Eks R&D Industri Pangan)
Ardiba Rahmi Safrienda, S.T.P., M.Sc. (Peneliti BRIN)
Ayu Fitriana Wulandari, S.TP., Gr. (Guru SMK – SMKN 1 Grogol, Kediri).

Koordinator Program Studi TPHP memaparkan struktur kurikulum yang mencakup visi-misi program studi, profil lulusan, Program Educational Objectives (PEO), Program Learning Outcomes (PLO), daftar mata kuliah wajib dan pilihan, serta skema mobilitas akademik mahasiswa.
Para narasumber memberikan berbagai masukan berharga, seperti pentingnya memasukkan mata kuliah HACCP sebagai mata kuliah wajib, penekanan pada aspek ekonomi teknik dalam mendukung mata kuliah perancangan pabrik, serta perlunya porsi yang proporsional untuk 7 aspek dasar teknologi pangan sesuai pedoman PATPI. Selain itu, isu-isu global seperti penggunaan AI dalam industri pangan, peningkatan kompetensi softskill dan komunikasi, serta kebutuhan akan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja lokal maupun global turut menjadi sorotan.
Evita Riviani Achmadi menyoroti perlunya mahasiswa dibekali sejak dini dengan keahlian praktis dan teknikal, serta kemampuan presentasi dan penulisan ilmiah. Sementara itu, Ardiba Rahmi dari BRIN menyarankan agar profil lulusan dihubungkan dengan mata kuliah pilihan yang relevan sejak awal studi.
Masukan juga datang dari sektor pendidikan vokasi. Ayu Fitriana menekankan perlunya kurikulum TPHP membuka peluang lulusan untuk menjadi guru SMK, dengan kompetensi pedagogik dan profesional yang sesuai.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan tanggapan dari Koordinator Prodi TPHP, yang berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai saran dan masukan dalam proses finalisasi kurikulum.
Melalui kegiatan ini, Prodi TPHP UNESA menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja masa kini dan masa depan.