Mahasiswa TPHP Unesa Terapkan Value Proposition Design dalam Pengembangan Pangan Penunjang Performa Atlet
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Negeri Surabaya mengikuti kegiatan praktikum inovatif dalam mata kuliah Prinsip Teknologi Pangan dengan fokus pada penggunaan metode Value Proposition Design (VPD). Praktik ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah produk pangan dirancang secara strategis agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara tepat, terutama pada pengembangan pangan penunjang performa atlet.
Dalam sesi praktik, mahasiswa memetakan kebutuhan atlet, tantangan performa, serta peluang pengembangan produk dengan analisis sistematis berbasis Customer Profile dan Value Map. Melalui pendekatan VPD, mahasiswa belajar mengidentifikasi risiko dan peluang yang dapat muncul selama proses inovasi produk, mulai dari ketidaksesuaian manfaat, potensi kegagalan formulasi, hingga peluang diferensiasi produk berbasis komponen pangan fungsional.

Metode VPD membantu mahasiswa melihat bagaimana teknologi pangan berperan besar dalam menciptakan nilai tambah. Misalnya, ketika merancang minuman elektrolit alami, snack tinggi protein, atau produk recovery berbahan pangan lokal, mahasiswa dituntut menyesuaikan formulasi dengan kebutuhan fisiologis atlet, keamanan pangan, stabilitas nutrisi, serta kelayakan produksi.
Dosen pengampu menekankan bahwa penggunaan VPD memungkinkan mahasiswa berpikir lebih komprehensif terhadap pengembangan produk: tidak hanya dari aspek teknologi, tetapi juga keberterimaan konsumen, kelayakan bisnis, dan risiko teknis. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga mampu memetakan strategi inovasi pangan yang siap diterapkan dalam dunia industri maupun kewirausahaan pangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di bidang teknologi pangan masa depan, serta mendorong terciptanya produk-produk inovatif yang dapat mendukung performa atlet secara sehat, aman, dan berbasis potensi pangan lokal.