Alergi Makanan dalam Keamanan Pangan
Apakah Anda pernah merasa gatal di lidah, kulit, atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan tertentu seperti produk perikanan atau kacang-kacangan? Jika iya, kemungkinan besar Anda mengalami alergi makanan. Kondisi ini menjadi salah satu isu penting dalam keamanan pangan karena dapat menimbulkan risiko kesehatan serius apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Apa Itu Alergi Makanan?
Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat tertentu dalam makanan — biasanya berupa protein — yang dianggap berbahaya. Zat pemicu ini disebut alergen. Tubuh yang sensitif terhadap alergen dapat menimbulkan reaksi seperti gatal-gatal, pembengkakan pada bibir atau lidah, sesak napas, hingga kondisi berat seperti anafilaksis, yaitu reaksi alergi parah yang bisa mengancam nyawa. Reaksi alergi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, tergantung pada tingkat sensitivitas masing-masing individu.
Alergen dalam Perspektif Keamanan Pangan
Dalam standar Codex Alimentarius — acuan internasional untuk keamanan pangan — alergen dikategorikan sebagai salah satu faktor yang harus diawasi secara ketat dalam industri makanan. Produsen makanan wajib memastikan bahwa seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, bebas dari kontaminasi silang antara bahan yang mengandung alergen dan yang tidak. Pembersihan peralatan dan ruang produksi harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada residu alergen yang tertinggal. Demikian pula pada tahap penyimpanan, bahan baku, bahan setengah jadi, dan produk akhir harus ditempatkan secara terpisah dan higienis untuk mencegah kontaminasi alergen maupun bahan kimia lainnya.
Peran Produsen dalam Informasi dan Pelabelan Produk\
Setiap produsen makanan bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang jelas tentang kandungan alergen pada label produk. Pelabelan yang transparan membantu konsumen mengenali bahan yang berpotensi menyebabkan alergi, sehingga mereka dapat memilih produk dengan aman. Langkah ini tidak hanya memenuhi prinsip keamanan pangan, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal dan industri pangan nasional.
Alergi makanan merupakan tantangan nyata dalam sistem manajemen keamanan pangan. Melalui penerapan standar internasional seperti Codex Alimentarius, penerapan kebersihan dan sanitasi yang ketat, serta edukasi konsumen tentang pelabelan alergen, risiko alergi dapat diminimalkan. Kesadaran bersama antara produsen, tenaga ahli, dan masyarakat akan pentingnya keamanan pangan menjadi kunci untuk menciptakan produk yang aman, sehat, dan berkualitas.
Ditulis oleh:
Fitri Komala Sari, S.TP., M.Sc.