Riset Dosen TPHP Ungkap Pengaruh Proses Pengolahan terhadap Kualitas Sensori Teh Mawar
Presentasi dari Bapak Igoy Arya Bimo pada topik Food Innovation dalam The 4th IPB International Conference on Nutrition and Food (ICNF 2026) yang diselenggarakan oleh IPB University membahas bagaimana proses pengolahan dapat memengaruhi cita rasa dan kualitas sensori teh mawar (Rosa hybrida).
Penelitian ini berfokus pada tiga faktor utama dalam proses pengolahan, yaitu lama pelayuan bunga, suhu pengeringan, dan durasi pengeringan. Ketiga faktor tersebut dianalisis untuk mengetahui kombinasi terbaik dalam menghasilkan teh mawar dengan aroma dan rasa yang paling disukai konsumen.
Penelitian dilakukan menggunakan beberapa kombinasi perlakuan, mulai dari pelayuan selama 4 hingga 16 jam, suhu pengeringan 60°C dan 80°C, serta waktu pengeringan 1 sampai 3 jam. Sebanyak 50 panelis dilibatkan untuk menilai berbagai atribut sensori seperti warna, aroma, rasa, flavor floral, hingga sensasi sepat menggunakan metode Just-About-Right (JAR), yaitu metode yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu karakteristik produk sudah sesuai dengan preferensi konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mawar dengan pelayuan lebih singkat, yaitu 4 jam, dan dikeringkan pada suhu lebih tinggi (80°C) menghasilkan profil sensori yang paling seimbang dan paling disukai panelis. Kombinasi perlakuan tersebut mampu menghasilkan aroma bunga yang lebih segar, rasa yang lebih harmonis, serta sensasi sepat yang tidak berlebihan.
Sebaliknya, proses pelayuan yang terlalu lama cenderung membuat beberapa karakteristik sensori menjadi terlalu kuat atau kurang seimbang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan proses pengolahan yang tepat sangat penting dalam menghasilkan teh mawar dengan kualitas sensori yang lebih baik dan lebih menarik bagi konsumen.
Melalui penelitian ini, Bapak Igoy Arya Bimo turut mendukung pengembangan inovasi minuman herbal dan pangan fungsional berbasis bahan alami yang memiliki potensi dikembangkan lebih luas di industri pangan.