Prodi TPHP UNESA Gelar Uji Publik Kurikulum 2025, Perkuat Kompetensi Industri dan Sustainability
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan Uji Publik Kurikulum pada Kamis, 17 Juli 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri sebagai pembahas guna memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri pangan global.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Isnawati, M.Si. dan dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum oleh Fitri Komala S. Selaku pembahas, Ir. Wisnu Samuel Atmaja, S.TP. dan Alvin Abdillah, S.T.P memberikan berbagai saran strategis terkait penguatan kompetensi mahasiswa TPHP agar lebih siap menghadapi tantangan industri pangan modern.
Dalam diskusi, Alvin Abdillah menyoroti pentingnya pembelajaran regulasi pangan internasional seperti CODEX, USDA, dan FDA yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar ekspor. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori regulasi, tetapi juga dituntut mampu membuat proyek pengembangan produk berdasarkan regulasi tiap negara tujuan ekspor. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan metode uji laboratorium seperti AAS dan HPLC agar standar analisis pangan Indonesia dapat bersaing di pasar global.
Masukan lain juga diberikan terkait penguatan mata kuliah kewirausahaan berbasis problem solving dan market demand. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menciptakan inovasi pangan yang memiliki nilai jual tinggi dan berdampak bagi masyarakat. Pemanfaatan limbah pangan menjadi produk bernilai tambah, seperti kulit nanas menjadi gula buah atau hasil fermentasi limbah menjadi pakan ternak, juga diusulkan untuk semakin diperkuat dalam kurikulum TPHP.
Sementara itu, Ir. Wisnu Samuel Atmaja menyoroti pentingnya konsep sustainability dan zero waste dalam pendidikan teknologi pangan. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali pemahaman dasar mengenai bahan ramah lingkungan, pemanfaatan limbah, serta pengembangan produk bernilai ekonomi dari sisa hasil produksi. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan materi essential oil dan flavour technology karena profesi flavourist saat ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan di industri pangan.
Aspek magang industri juga menjadi perhatian utama dalam uji publik ini. Para pembahas menyarankan agar durasi magang mahasiswa diperpanjang hingga minimal tiga bulan agar mahasiswa memperoleh pengalaman industri yang lebih mendalam dan memberikan manfaat optimal baik bagi mahasiswa maupun pihak industri.
Selain kompetensi teknis, kemampuan komunikasi dan bahasa Inggris industri turut menjadi pembahasan penting. Mahasiswa TPHP dinilai sudah memiliki kemampuan presentasi dan penyampaian argumen yang baik, namun tetap perlu diperkuat melalui pembelajaran komunikasi profesional dan bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan industri pangan internasional.
Melalui kegiatan uji publik ini, Prodi TPHP UNESA menunjukkan komitmennya dalam menyusun kurikulum yang relevan, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan industri pangan global. Masukan dari praktisi diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan pembelajaran yang menghasilkan lulusan kompeten, adaptif, serta mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi lulusan, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi teknologi pangan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan konsep sustainability dan zero waste dalam pengolahan pangan.